PENGERTIAN & LINGKUP PTK
PENDIDIKAN.
Di dalam dunia, tanpa pendidikan, hidup terasa lumpuh. Karena itu pendidikan merupakan kekuatan yang dinamis. Pendidikan akan mempengaruhi perkembangan fisik, mental, emosional serta etikanya.
Di dalam Dictionary of Education
dikatakan bahwa, pendidikan merupakan :
Proses di mana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana dia hidup.
Proses sosial di mana orang diharapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol khususnya yang datang dari sekolah, sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum.
Dalam hal ini pendidikan tidak dipandang hanya sebagai usaha pemberian informasi dan keterampilan saja, namun diperluas sehingga mencakup usaha untuk mewujudkan keinginan, kebutuhan dan kemampuan individu sehingga pola hidup pribadi dan sosial memuaskan. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap diri individu serta kebudayaan suatu masyarakat.
Pendidikan Umum
Di Indonesia terdapat 3 jenjang pendidikan:
Pendidikan Dasar,
Pendidikan Menengah,
dan Pendidikan Tinggi.
Dasar pendidikan umum sangat dibutuhkan oleh semua peserta didik dan merupakan sesuatu hal yang esensial untuk kehidupan mereka sebagai warganegara, oleh karena itu pendidikan umum dapat juga disebut pendidikan kehidupan atau Education for living.
Pendidikan umum menerima siapa saja yang ingin dididik tanpa mempertim- bangkan minat atau bakat atau keadaan fisik peserta didik. Pendidikan ini tidak mempersiapkan peserta didik untuk bekerja, tetapi mereka dipersiapkan dengan sejumlah wawasan pengetahuan sebagai bekal untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan perkataan lain, pendidikan umum berfungsi untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, yaitu: sikap, pengetahuan, keterampilan secara umum, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi.
Tujuan Pendidikan Kejuruan
Banyak rumusan Pendidikan Kejuruan yang dikemukakan oleh berbagai pihak, diantaranya adalah sebagai berikut : Rupert Evans (1978) merumuskan bahwa Pendidikan Kejuruan bertujuan untuk :
Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja
Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu
Mendorong motivasi untuk belajar terus.
Karakteristik Pendidikan Kejuruan (Wardiman;1998)
Pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja.
Pendidikan kejuruan didasarkan atas demand-driven (kebutuhan dunia kerja).
Fokus isi pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada ”hands on” atau ferforma dalam dunia kerja.
Hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan.
Pendidikan kejuruan yang baik adalah responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi.
Pendidikan kejuruan lebih ditekankan pada ” learning by doing” dan ”hands-on experience” .
Pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang mutakhir untuk praktek.
Pendidikan kejuruan memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih besar daripada pendidikan umum.
Pendidikan Kejuruan
Pendidikan kejuruan adalah bagian dari pendidikan yang mencetak individu agar supaya dia dapat bekerja pada kelompok tertentu. (Evan, 1978).
Pendidikan kejuruan suatu program yang berada di bawah pendidikan tinggi yang diorganisasi menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja tertentu atau meningkatkan pekerjaan dalam dunia kerja. (Good, 1959)
Pendidikan kejuruan bermaksud menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja tingkat menengah tertentu yang sesuai dengan tuntutan yang dipersyaratkan oleh dunia kerja, dan memberikan bekal kepada peserta didik untuk mengembangkan dirinya.
Oleh karena pendidikan kejuruan pada dasarnya mengarahkan peserta didik pada bidang tertentu melalui suatu organisasi , tentulah hasil pendidikan ini dapat dipakai sebagai bekal mencari kehidupan atau nafkah. Pendidikan ini dapat juga dinamakan : ’education for earning a living’
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. (UUSPN 2 1989)
Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. PP 29 tahun 1990 Pasal 1 ayat 3
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang diarahkan untuk mempelajari bidang khusus, agar para lulusan memiliki keahlian tertentu seperti bisnis, pabrikasi, pertanian, kerumahtanggaan, otomotif telekomunikasi, listrik, bangunan dan sebagainya (Snedden, 1917:8)
Pendidikan teknologi dan kejuruan adalah pendidikan yang diselenggarakan bagi para siswa yang merencanakan dan mengembangkan karirnya pada bidang keahlian tertentu untuk bekerja secara produktif
Prosser,1949 bahwa: “education as preparation for society as it is”, yang mengandung arti adanya pembudayaan (alkulturasi), dan tentu saja hal ini berbeda dengan gagasan Dewey. 1900. yakni “education is preparation to change for society” atau pendidikan justru akan merubah masyarakat. Namun di dalam masyarakat pendapat kedua pakar itu dibutuhkan semua.
Menurut Slamet PH, bahwa di samping kedua hal tersebut pendidikan juga bertugas untuk menumbuhkan kemampuan untuk beralkurturasi secara kritis.
MENURUT PAKAR APAKAH PENDIDIKAN KEJURUAN ITU ?
Beberapa pakar memberikan definisi tentang Pendidikan Kejuruan:
Evan. 1978 : “Part of education which makes an individual more employable in one group of occupations than in another”
Good. 1959 :” A program of education bellow college grade organize to prepare the learner for entrance into a particular chosen vacation or to up grade employed workers”
Harris. 1960: “ Vocational education is education for work any kind of work which individual finds congenial and for which society has need. Vocational education in specialized education as distinguished from general education”.
American Vocational Association . 1960: “Vocational education as education designed to develop skills, abilities, understandings, attitudes, workhabbits, and appreciation needed by worker to enter and make progress in employments on a useful and productive basic”.
US Congres. 1976: “Vocational education as organize educational program which are directly released to the preparation of individuals for paid employment, or for additional preparation for a carrier requiring other than baccalaureate or advance degree”.
Thomson. 1973: “Vocational education is any education that provides experiences, visual stimuli, affective awareness, cognitive information, or psychomotor skills, and that enhances the vocational development process of exploring, establishing, and maintaining one self in the world off work”
Pendidikan kejuruan dapat diklasifikasikan ke dalam jenis pendidikan khusus (specialized education) karena kelompok pelajaran atau program yang disediakan hanya dipilih oleh orang-orang yang memiliki minat khusus untuk mempersiapkan dirinya bagi lapangan kerja di masa mendatang.
Ada tiga istilah sehubungan dengan pendidikan khusus ini, yaitu pendidikan teknologi (technical education), pendidikan kejuruan (vocational education) , dan pendidikan karir (career education).
Dalam hal ini Wenrich (1974) menambahkan satu istilah lagi yaitu pendidikan professional (professional education). Untuk yang terakhir ini dapat mencakup pendidikan calon dokter, calon insinyur, calon ahli hukum, ahli kerja social, dll. Pendidikan teknologi yang dibedakan dari pendidikan kejurun, sebenarnya menyangkut untuk siapa pendidikan itu diperuntukkan
Pendidikan teknologi disediakan untuk para lulusan pasca sekolah menengah atau sederajat (post-secondary), sedangkan pendidikan kejuruan adalah untuk sekolah menengah. Pendidikan professional merupakan pendidikan tingkat universitas.
Pendidikan karir mempunyai arti yang lebih luas dari pendidikan khusus. Pendidikan karir merupakan proses pengembangan sejak masa kanak-kanak, yakni pada waktu mereka menduduki taman kanak-kanak.
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan khusus/spesial yang sangat penting dalam suatu masyarakat umum, maupun masyarakat dunia usaha/pasar kerja. Lembaga mempersiapkan tenaga kerja selaras dengan adanya tuntutan masyarakat akan adanya kerja. Manusia menuntut adanya pekerjaan karena adanya kebutuhan (need), perlu aktivitas, kebebasan, kekuasaan, pengakuan social dan rasa senang.
Fraser mengatakan bahwa manusia terdorong kerja karena adanya tiga aspek, yaitu: material, kerja sama, dan jati diri (ego).
Maslow (1994) menyatakan bahwa dorongan untuk kerja karena psikologi, keamanan, rasa memiliki, dan cinta, kepentingan-respek harga diri serta kebebasan, ingin informasi, mengerti, kecintaan dan keindahan aktivitas pribadi.
Sedemikian mendesaknya manusia akan perlunya kerja, dapat diartikan sedemikian mendesaknya manusia akan keberadaan pendidikan untuk persiapan kerja.
Slamet PH (1990) memberi penjelasan tentang arti pentingnya pendidikan kejuruan bagi:
(1) Peserta didik, adalah untuk :
persiapan untuk kerja
perbaikan konsep diri
pengembangan kepemimpinan
persiapan untuk belajar lebih lanjut
memberi dasar untuk mencari penghasilan
persiapan karir lebih lanjut
penyesuaian terhadap perubahan.
(2) Organisasi/institusi, adalah untuk :
memberikan pekerja yang terampil
memberikan etos kerja yang tinggi
meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja
menghemat biaya operasional
(3) Masyarakat, adalah :
meningkatkan penghasilan
mengurangi pengangguran
menciptakan penduduk yang lebih baik.
(4) Bangsa Indonesia, adalah:
diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan.
Pendidikan kejuruan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari system pendidikan nasional. Karena itu peran sertanya dalam memberikan pelayanan bagi semua warga masyarakat pada berbagai usia kerja dalam kaitannya dengan berbagai kebiatan/bidang usaha, merupakan suatu keharusan dan kebutuhan nasional. Pelayanan pendidikan kejuruan yang efektif dan berhasil secara nasional akan turut meningkatkan taraf dan mutu kehidupan individu dalam aspek-aspek social , ekonomi, dan politik, baik tingkat daerah maupun nasional.
Pendidikan kejuruan dapat merupakan pendidikan yang efektif bilamana dapat memenuhi criteria, sebagai berikut:
1. Mensyaratkan siswa yang telah mampu
membaca dan menulis dan bermotivasi
menjadi warga negara yang baik.
2. Pendidikan kejuruan sangat tepat diberikan
pada tingkatan lanjutan atas, dengan tidak
menutup kemungkinan untuk diberikan
pada tingkat sebelumnya.
3. pendidikan kejuruan tepat diberikan kepada lulusan SLTA yang ingin memperoleh pengetahuan dan keterampilan, di bidang pekerjaan tertentu.
4. pendidikan kejuruan sangat baik bagi para pemuda dan orang dewasa yang sudah bekerja untuk mengembangkan keterampilan baru atau utnuk meningkatkan keterampilan yang telah dimilikinya
5. pendidikan kejuruan dapat menyediakan program khusus para pemuda atau orang dewasa yang memerlukan keterampilan khusus.
6. pendidikan kejuruan harus mengembangkan standar input, yang terdiri dari :
1. Siswa : harus mempunyai sikap, bakat, kemampuan, dan motivasi untuk berhasil dalam program.
2. Guru : harus mendapatkan latihan yang cukup, pengalaman dan pengetahuan teknologi serta cara mengajar keterampilan.
3. Alat : harus sesuai dengan peralatan yang tersedia di lapangan kerja.
4. Materi Pelajaran : harus lengkap dan memadai.
7. pendidikan kejuruan dapat mengembangkan standar output yang terdiri dari:
pengetahuan dan keterampilan khusus.
Penampilan di bidangnya
Kemampuan menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.
8. program pendidikan kejuruan adalah realistic dan berkaitan dengan pasaran kerja (teknik, industri, managemen, ekonomi, administrasi jasa, dllnya.
Sumber : dari Power Point
MATA KULIAH KAJIAN TEKNOLOGI & KEJURUAN
Oleh Drs. Radjulaini, MPd
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN/SIPIL/AGROINDUSTRI
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Di dalam dunia, tanpa pendidikan, hidup terasa lumpuh. Karena itu pendidikan merupakan kekuatan yang dinamis. Pendidikan akan mempengaruhi perkembangan fisik, mental, emosional serta etikanya.
Di dalam Dictionary of Education
dikatakan bahwa, pendidikan merupakan :
Proses di mana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana dia hidup.
Proses sosial di mana orang diharapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol khususnya yang datang dari sekolah, sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum.
Dalam hal ini pendidikan tidak dipandang hanya sebagai usaha pemberian informasi dan keterampilan saja, namun diperluas sehingga mencakup usaha untuk mewujudkan keinginan, kebutuhan dan kemampuan individu sehingga pola hidup pribadi dan sosial memuaskan. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap diri individu serta kebudayaan suatu masyarakat.
Pendidikan Umum
Di Indonesia terdapat 3 jenjang pendidikan:
Pendidikan Dasar,
Pendidikan Menengah,
dan Pendidikan Tinggi.
Dasar pendidikan umum sangat dibutuhkan oleh semua peserta didik dan merupakan sesuatu hal yang esensial untuk kehidupan mereka sebagai warganegara, oleh karena itu pendidikan umum dapat juga disebut pendidikan kehidupan atau Education for living.
Pendidikan umum menerima siapa saja yang ingin dididik tanpa mempertim- bangkan minat atau bakat atau keadaan fisik peserta didik. Pendidikan ini tidak mempersiapkan peserta didik untuk bekerja, tetapi mereka dipersiapkan dengan sejumlah wawasan pengetahuan sebagai bekal untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan perkataan lain, pendidikan umum berfungsi untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, yaitu: sikap, pengetahuan, keterampilan secara umum, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi.
Tujuan Pendidikan Kejuruan
Banyak rumusan Pendidikan Kejuruan yang dikemukakan oleh berbagai pihak, diantaranya adalah sebagai berikut : Rupert Evans (1978) merumuskan bahwa Pendidikan Kejuruan bertujuan untuk :
Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja
Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu
Mendorong motivasi untuk belajar terus.
Karakteristik Pendidikan Kejuruan (Wardiman;1998)
Pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja.
Pendidikan kejuruan didasarkan atas demand-driven (kebutuhan dunia kerja).
Fokus isi pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan siswa harus pada ”hands on” atau ferforma dalam dunia kerja.
Hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan.
Pendidikan kejuruan yang baik adalah responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi.
Pendidikan kejuruan lebih ditekankan pada ” learning by doing” dan ”hands-on experience” .
Pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang mutakhir untuk praktek.
Pendidikan kejuruan memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih besar daripada pendidikan umum.
Pendidikan Kejuruan
Pendidikan kejuruan adalah bagian dari pendidikan yang mencetak individu agar supaya dia dapat bekerja pada kelompok tertentu. (Evan, 1978).
Pendidikan kejuruan suatu program yang berada di bawah pendidikan tinggi yang diorganisasi menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja tertentu atau meningkatkan pekerjaan dalam dunia kerja. (Good, 1959)
Pendidikan kejuruan bermaksud menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja tingkat menengah tertentu yang sesuai dengan tuntutan yang dipersyaratkan oleh dunia kerja, dan memberikan bekal kepada peserta didik untuk mengembangkan dirinya.
Oleh karena pendidikan kejuruan pada dasarnya mengarahkan peserta didik pada bidang tertentu melalui suatu organisasi , tentulah hasil pendidikan ini dapat dipakai sebagai bekal mencari kehidupan atau nafkah. Pendidikan ini dapat juga dinamakan : ’education for earning a living’
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. (UUSPN 2 1989)
Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. PP 29 tahun 1990 Pasal 1 ayat 3
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang diarahkan untuk mempelajari bidang khusus, agar para lulusan memiliki keahlian tertentu seperti bisnis, pabrikasi, pertanian, kerumahtanggaan, otomotif telekomunikasi, listrik, bangunan dan sebagainya (Snedden, 1917:8)
Pendidikan teknologi dan kejuruan adalah pendidikan yang diselenggarakan bagi para siswa yang merencanakan dan mengembangkan karirnya pada bidang keahlian tertentu untuk bekerja secara produktif
Prosser,1949 bahwa: “education as preparation for society as it is”, yang mengandung arti adanya pembudayaan (alkulturasi), dan tentu saja hal ini berbeda dengan gagasan Dewey. 1900. yakni “education is preparation to change for society” atau pendidikan justru akan merubah masyarakat. Namun di dalam masyarakat pendapat kedua pakar itu dibutuhkan semua.
Menurut Slamet PH, bahwa di samping kedua hal tersebut pendidikan juga bertugas untuk menumbuhkan kemampuan untuk beralkurturasi secara kritis.
MENURUT PAKAR APAKAH PENDIDIKAN KEJURUAN ITU ?
Beberapa pakar memberikan definisi tentang Pendidikan Kejuruan:
Evan. 1978 : “Part of education which makes an individual more employable in one group of occupations than in another”
Good. 1959 :” A program of education bellow college grade organize to prepare the learner for entrance into a particular chosen vacation or to up grade employed workers”
Harris. 1960: “ Vocational education is education for work any kind of work which individual finds congenial and for which society has need. Vocational education in specialized education as distinguished from general education”.
American Vocational Association . 1960: “Vocational education as education designed to develop skills, abilities, understandings, attitudes, workhabbits, and appreciation needed by worker to enter and make progress in employments on a useful and productive basic”.
US Congres. 1976: “Vocational education as organize educational program which are directly released to the preparation of individuals for paid employment, or for additional preparation for a carrier requiring other than baccalaureate or advance degree”.
Thomson. 1973: “Vocational education is any education that provides experiences, visual stimuli, affective awareness, cognitive information, or psychomotor skills, and that enhances the vocational development process of exploring, establishing, and maintaining one self in the world off work”
Pendidikan kejuruan dapat diklasifikasikan ke dalam jenis pendidikan khusus (specialized education) karena kelompok pelajaran atau program yang disediakan hanya dipilih oleh orang-orang yang memiliki minat khusus untuk mempersiapkan dirinya bagi lapangan kerja di masa mendatang.
Ada tiga istilah sehubungan dengan pendidikan khusus ini, yaitu pendidikan teknologi (technical education), pendidikan kejuruan (vocational education) , dan pendidikan karir (career education).
Dalam hal ini Wenrich (1974) menambahkan satu istilah lagi yaitu pendidikan professional (professional education). Untuk yang terakhir ini dapat mencakup pendidikan calon dokter, calon insinyur, calon ahli hukum, ahli kerja social, dll. Pendidikan teknologi yang dibedakan dari pendidikan kejurun, sebenarnya menyangkut untuk siapa pendidikan itu diperuntukkan
Pendidikan teknologi disediakan untuk para lulusan pasca sekolah menengah atau sederajat (post-secondary), sedangkan pendidikan kejuruan adalah untuk sekolah menengah. Pendidikan professional merupakan pendidikan tingkat universitas.
Pendidikan karir mempunyai arti yang lebih luas dari pendidikan khusus. Pendidikan karir merupakan proses pengembangan sejak masa kanak-kanak, yakni pada waktu mereka menduduki taman kanak-kanak.
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan khusus/spesial yang sangat penting dalam suatu masyarakat umum, maupun masyarakat dunia usaha/pasar kerja. Lembaga mempersiapkan tenaga kerja selaras dengan adanya tuntutan masyarakat akan adanya kerja. Manusia menuntut adanya pekerjaan karena adanya kebutuhan (need), perlu aktivitas, kebebasan, kekuasaan, pengakuan social dan rasa senang.
Fraser mengatakan bahwa manusia terdorong kerja karena adanya tiga aspek, yaitu: material, kerja sama, dan jati diri (ego).
Maslow (1994) menyatakan bahwa dorongan untuk kerja karena psikologi, keamanan, rasa memiliki, dan cinta, kepentingan-respek harga diri serta kebebasan, ingin informasi, mengerti, kecintaan dan keindahan aktivitas pribadi.
Sedemikian mendesaknya manusia akan perlunya kerja, dapat diartikan sedemikian mendesaknya manusia akan keberadaan pendidikan untuk persiapan kerja.
Slamet PH (1990) memberi penjelasan tentang arti pentingnya pendidikan kejuruan bagi:
(1) Peserta didik, adalah untuk :
persiapan untuk kerja
perbaikan konsep diri
pengembangan kepemimpinan
persiapan untuk belajar lebih lanjut
memberi dasar untuk mencari penghasilan
persiapan karir lebih lanjut
penyesuaian terhadap perubahan.
(2) Organisasi/institusi, adalah untuk :
memberikan pekerja yang terampil
memberikan etos kerja yang tinggi
meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja
menghemat biaya operasional
(3) Masyarakat, adalah :
meningkatkan penghasilan
mengurangi pengangguran
menciptakan penduduk yang lebih baik.
(4) Bangsa Indonesia, adalah:
diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan.
Pendidikan kejuruan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari system pendidikan nasional. Karena itu peran sertanya dalam memberikan pelayanan bagi semua warga masyarakat pada berbagai usia kerja dalam kaitannya dengan berbagai kebiatan/bidang usaha, merupakan suatu keharusan dan kebutuhan nasional. Pelayanan pendidikan kejuruan yang efektif dan berhasil secara nasional akan turut meningkatkan taraf dan mutu kehidupan individu dalam aspek-aspek social , ekonomi, dan politik, baik tingkat daerah maupun nasional.
Pendidikan kejuruan dapat merupakan pendidikan yang efektif bilamana dapat memenuhi criteria, sebagai berikut:
1. Mensyaratkan siswa yang telah mampu
membaca dan menulis dan bermotivasi
menjadi warga negara yang baik.
2. Pendidikan kejuruan sangat tepat diberikan
pada tingkatan lanjutan atas, dengan tidak
menutup kemungkinan untuk diberikan
pada tingkat sebelumnya.
3. pendidikan kejuruan tepat diberikan kepada lulusan SLTA yang ingin memperoleh pengetahuan dan keterampilan, di bidang pekerjaan tertentu.
4. pendidikan kejuruan sangat baik bagi para pemuda dan orang dewasa yang sudah bekerja untuk mengembangkan keterampilan baru atau utnuk meningkatkan keterampilan yang telah dimilikinya
5. pendidikan kejuruan dapat menyediakan program khusus para pemuda atau orang dewasa yang memerlukan keterampilan khusus.
6. pendidikan kejuruan harus mengembangkan standar input, yang terdiri dari :
1. Siswa : harus mempunyai sikap, bakat, kemampuan, dan motivasi untuk berhasil dalam program.
2. Guru : harus mendapatkan latihan yang cukup, pengalaman dan pengetahuan teknologi serta cara mengajar keterampilan.
3. Alat : harus sesuai dengan peralatan yang tersedia di lapangan kerja.
4. Materi Pelajaran : harus lengkap dan memadai.
7. pendidikan kejuruan dapat mengembangkan standar output yang terdiri dari:
pengetahuan dan keterampilan khusus.
Penampilan di bidangnya
Kemampuan menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.
8. program pendidikan kejuruan adalah realistic dan berkaitan dengan pasaran kerja (teknik, industri, managemen, ekonomi, administrasi jasa, dllnya.
Sumber : dari Power Point
MATA KULIAH KAJIAN TEKNOLOGI & KEJURUAN
Oleh Drs. Radjulaini, MPd
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN/SIPIL/AGROINDUSTRI
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Komentar
Posting Komentar