Sajak Buat Naunganku - Karya : M. Ridwan Nurdin
Sajak Buat Naunganku
Karya : M. Ridwan Nurdin
Di tubuh naunganku tercinta
Gunung-gunung dan bukit ku urai bak satu belati
Ku rambah sungai yang mencekik nadi dalam diri
Kau terasingkan oleh tangan tak bermata
Kini, kredibilitasmu tak kau perlukan
Hanya pelukan sang dewa yang sanggup meracik nanar
Tak ada altar di benua keras
Dan tak ada gentar untukku bersikap tegas
Lautpun meledak dengan gemuruhnya
Langitpun terbelah dengan sinarnya
Dan, malam-malampun sirna dengan bulannya
Batinku kini merobek perbatasan
Menatap mata hijau terang dalam satu jua
Lingkaranku berputar cepat tanpa tenaga
Lantang kau ucap. HMS!
Gagah lambing perkasa, ku busungkan dada
Ku jawab. Sipil! Sipil! Sipil!
Saat ku telah habiskan ion dalam tubuh
Dua tangan merendah hilangkan letih
Bagai bulan yang ku pindah siang hari
Bagai malam yang ku ubah jadi terang
Bagai bintang sebagai pengganti bulan
Lalu, aku pun menahan asa, untukku bawa gunung ke tengah kota yang padat akan lalu lalang kesibukannya
Mataharimu membakar lindu
Teriak kami. Sipil!
Bandung, 08 September 2011
Karya : M. Ridwan Nurdin
Di tubuh naunganku tercinta
Gunung-gunung dan bukit ku urai bak satu belati
Ku rambah sungai yang mencekik nadi dalam diri
Kau terasingkan oleh tangan tak bermata
Kini, kredibilitasmu tak kau perlukan
Hanya pelukan sang dewa yang sanggup meracik nanar
Tak ada altar di benua keras
Dan tak ada gentar untukku bersikap tegas
Lautpun meledak dengan gemuruhnya
Langitpun terbelah dengan sinarnya
Dan, malam-malampun sirna dengan bulannya
Batinku kini merobek perbatasan
Menatap mata hijau terang dalam satu jua
Lingkaranku berputar cepat tanpa tenaga
Lantang kau ucap. HMS!
Gagah lambing perkasa, ku busungkan dada
Ku jawab. Sipil! Sipil! Sipil!
Saat ku telah habiskan ion dalam tubuh
Dua tangan merendah hilangkan letih
Bagai bulan yang ku pindah siang hari
Bagai malam yang ku ubah jadi terang
Bagai bintang sebagai pengganti bulan
Lalu, aku pun menahan asa, untukku bawa gunung ke tengah kota yang padat akan lalu lalang kesibukannya
Mataharimu membakar lindu
Teriak kami. Sipil!
Bandung, 08 September 2011
Komentar
Posting Komentar