Motivasi - Kuliah Kajian Teknologi dan Vokasi

Materi kuliah yang saya dapat dari mata kuliah ‘Kajian Teknologi dan Vokasi  oleh Drs. Radjulaini, MPd’
Saya mempostingnya dengan harapan membangun motivasi para pembaca posting ini
Ò  Motivasi belajar atau motivasi berprestasi yang merupakan konsep psikologi, mula pertama dipakai dalam pendidikan manajemen
Ò  Motivasi sudah menjadi pengertian yang mencakup segala kondisi serta proses kejiwaan, seperti misalnya “kebutuhan”, “dorongan”, ”minat”, atau “kecenderungan”, yang semuanya itu sudah biasa disamaartikan dengan “motif”.
Ò  Oleh karena itu “motif” dinyatakan merupakan faktor penggerak yang menyebabkan timbulnya perilaku tertentu.
Ò  Selanjutnya “motivasi” merupakan struktur dari berbagai motif yang timbul pada diri seseorang, sampai seberapa jauh motivasi yang diberikan benar-benar menjadi keinginannya untuk belajar.
Ò  Jadi motivasi sekaligus menyatakan tindakan-tindakan khusus yang dilakukan pengajar guna mendorong keberhasilan belajar, dan di pihak lain jenis kesediaan belajar di  pihak siswa
Ada 3 jenis motif yang menyebabkan manusia bertindak
Ò  Kebutuhan jasmani (misalnya: lapar, rasa sakit, seksualitas)
Ò  Kesenangan naluriah untuk melakukan sesuatu serta keinginan tahu
Ò  Bentuk-bentuk perilaku yang dipelajari dan berorientasi pada sasaran.
MOTIVASI UNTUK BERPRESTASI
Ò  Apa sebabnya motivasi untuk berprestasi berbeda-beda di antara masing-masing individu.
Ò  Apa sebabnya di antara sekelompok siswa terdapat  siswa-siswa yang motivasinya tinggi untuk berprestasi tetapi ada pula yang motivasinya rendah
Reinforcement (pengukuhan)
Ò  Hasil penelitian empiris diketahui bahwa apa yang disebut reinforcement (pengukuhan) penting sekali perannya dalam mempengaruhi proses belajar
Ò  Pengukuhan terjadi apabila pihak yang belajar dapat melihat bahwa upayanya membawa hasil baik. Sudah wajar apabila seseorang yang mengalami keberhasilan yang menyenangkan, kemudian cenderung untuk berusaha mengulangi pengalaman itu kembali.
Ò  Jika proses saling memperkukuh antara kegiatan belajar serta keberhasilannya berlangsung cukup lama secara lancar,  orang bersangkutan akan memperoleh struktur motivasi belajar dan prestasi yang kukuh.
Ò  Struktur ini didasarkan pada perkembangan harapan berhasil yang berlangsung  terus selama jangka waktu lama. Sayangnya  mekanisme pengukuhan ini juga bekerja kearah negative. `
Ò  Jika seseorang selama jangka waktu panjang sering mengalami kegagalan dalam kegiatan belajarnya, maka pada dirinya timbul perkiraan akan gagal lagi, setiap kali ia menghadapi situasi belajar yang baru.
Ò  Motivasi belajar yang ada pada seseorang – baik kearah positif atau negative – merupakan hasil pengalaman-pengalamannya sendiri dalam belajar
Ò  Pengajaran yang berlangsung dalam lingkup pendidikan kejuruan harus memungkinkan siswa menangani tugas-tugas khusus untuk bidang kejuruannya, begitu pula menanggulangi persoalan-persoalan dalam kenyataan bidang profesinya.
Ò  Oleh karena  pengalaman belajar umumnya tidak selalu hanya positif atau negatif saja, maka motivasi belajar yang sesungguhnya ada pada seseorang merupakan hasil pertimbangan antara harapan berhasil dan ketakutan akan gagal.
Ò  Hasilnya ialah motivasi (yang berbeda-beda intensitasnya) atau hambatan (yang berbeda-beda ukurannya), hal mana tergantung dari corak pengalaman yang diperoleh sebelumnya.
Hubungan antara guru dan motivasi
Timbulnya motivasi belajar dan hambatan belajar diperoleh makna paedagogis yang istimewa apabila dipertimbangkan dua hal berikut ini:
¡  Penyebab utama timbulnya pengukuhan positif maupun negatif bukanlah pada fenomena alam yang misterius, melainkan pada pengajar (guru)
¡  Perkiraan akan gagal dan hambatan belajar diperoleh dalam proses interaksi sosial yang buruk kondisinya. Karena itu umumnya dapat dilenyapkan lagi dengan mengadakan kondisi belajar yang lebih baik.
Oleh karena pengaruh ini ditimbulkan oleh guru, maka guru perlu memperhatikan :
É  Perilaku yang memperkukuh perilaku belajar
É  “Teknik-teknik motivasi” khususnya untuk pengajar (guru)
É  Gaya interaksi sosial dalam proses mengajar dan belajar pada umumnya.
PENGUKUHAN PERILAKU BELAJAR
Ò  Pengukuhan terhadap suatu perilaku terjadi apabila konsekuensi perilaku tersebut dirasakan menyenangkan.
Ò  Wujudnya dapat dibedakan antara pengukuhan yang bercorak material (gaji/upah, hadiah, benda) dan penguluhan sosial (pujian, pengakuan, sikap positif).
Ò  Pengukuhan dapat dilakukan terhadap  perilaku seorang atau sekelompok siswa.
Guru dapat memperkukuh perilaku siswa dengan berbagai cara, misalnya :
q  Dengan menyatakan secara lisan (’itu gagasan sangat baik”)
q  Dengan isyarat non verbal untuk menampakkan perhatian ramah (tersenyum)
q  Dengan komentar tertulis yang bernilai memuji prestasi siswa (penonjolan aspek-aspek positif)
q  Dengan memberikan keistimewaan (penyertaan dalam tugas khusus, pemberian hadiah)
q  Perilaku  pengajar (guru) yang memperkukuh perilaku belajar merupakan satu kemungkinan saja diantara sekian banyak kemungkinan yang ada untuk mengubah perilaku. Misalnya teknik-teknik interaksi, seperti : Pemusnahan (mengabaikan, tidak memperkukuh bentuk-bentuk perilaku yang tidak dikehendaki atau kesalahan-kesalahan, dengan jalan tidak mengacuhkannya)
Corak interaksi yang mengecam dan memarahi di pihak guru lebih kuat tradisinya dibandingkan dengan yang membantu, membesarkan hati, dan memberikan motivasi. Merupakan hal yang lumrah –“walau disangsikan kebijaksanaannya”- apabila guru mengembalikan hasil pekerjaan siswa (mis: ulangan statika, matematika, dll) dengan mengutamakan menonjolkan kesalahan yang terdapat (dengan coretan warna merah, dll ).
Perilaku serupa terjadi pula saat guru mengajar, ia mengecam dan memarahi siswa didepan teman-temannya. Tindakan ini didasari anggapan yang keliru, apabila kesalahan seseorang ditonjolkan dengan jelas padanya, maka orang tersebut kemudian akan dengan gembira langsung menghasilkan prestasi lain yang lebih baik
Ternyata bahwa dengan bertindak demikian, guru biasanya malah mencapai kebalikan dari hal-hal yang merupakan pegangan dalam ilmu pendidikan . Tanpa disengaja, guru malah memperkukuh kekeliruan serta perilaku yang tidak sesuai




Komentar

Postingan Populer