Teknik-Teknik Motivasi

Materi kuliah yang saya dapat dari mata kuliah ‘Kajian Teknologi dan Vokasi  oleh Drs. Radjulaini, MPd’
Saya mempostingnya dengan harapan membangun motivasi para pembaca posting ini

Ò  Pertanyaan : apakah yang harus dilakukan guru, untuk menghindari kemungkinan tergelincir ke pengukuhan negatif?
Ò  Secara umum dapat dikatakan bahwa tentu saja harus diperhatikan agar pengukuhan perilaku dan prestasi positif (termasuk pula langkah-langkah awal kearah itu) melalui dorongan yang membesarkan hati, dilakukan dengan konsekuen. Sedang perilaku yang tidak sesuai serta kesalahan, sejauh mungkin hendaknya tidak diacuhkan.
Teknik motivasi yang efektif :
  1. Tujuan belajar yang jelas, begitu pula gambaran mengenai keseluruhannya. Motivasi pihak yang belajar akan bertambah besar, apabila sasaran-sasaran dari kegiatan belajar diketahui, dan apabila masing-masing tahap pelajaran dapat dipertalikan menjadi keseluruhan yang bermakna, baik sebelum maupun selama proses belajar berlangsung.
  2. Bagi siswa dirasakan lebih merangsang apabila ia dapat mempertalikan/ menghubungkan  bahan yang harus dipelajari dengan minatnya pribadi, begitu pula apabila  ia mengerti apa yang dapat dicapainya nanti dalam situasi profesinya yang kongkret atau situasi kehidupan pribadinya, berkat ketrampilan yang harus dipelajarinya saat itu (motivasi actual).
  3. Pemberian tugas-tugas dengan taraf kesulitan sedang serta lingkup kesulitan yang fleksibel.
4.       Perumusan pertanyaan-pertanyaan menarik dan merangsang, seperti :
·         membangkitkan kejutan (surprise)
·         menimbulkan kesangsian
·         menciptakan ketidakpastian
·         menentukan persyaratan yang saling bertentangan
·         merangsang bantahan
·         memancing siswa dengan jalan mengambil sikap ekstrem.

5.       Merangsang aktivitas belajar secara mandiri. Prosedur-prosedur yang cocok untuk ini antara lain adalah perencanaan pengajaran secara bersama-sama, diskusi, kerja perorangan dan berkelompok, tugas proyek, permainan peran (role playing)
Umpan balik mengenai keberhasilan belajar.

q  menonjolkan unsur-unsur prestasi  yang positif (belajar melalui pengukuhan),
q  menakar unsur-unsur prestasi secara terperinci berdasarkan patokan-patokan yang sah,
q  menandaskan, unsur-unsur prestasi yang tercapai berkat upaya pribadi dari pihak yang belajar
q  melakukannya dengan segera, agar sampai pada pihak yang belajar sementara upaya mencapai prestasi itu serta segala soal-soal yang dihadapi masih segar dalam ingatannya, dan sebelum siswa bersangkutan mulai dengan persoalan-persoalan selanjutnya.




Komentar

Postingan Populer